Selasa, 22 November 2016

Gadismu Tetap Baik

Gadismu sudah besar kini dia mulai beranjak remaja.  Ada rindu di matamu,  ketika melihatnya mulai kehadiran Cinta.  Cinta yang tentu saja bukan untukmu.  Sebisa mungkin kamu membuatnya menjauh dari perasaan itu. 
Dia gadismu.  Gadis yang selalu ingin kau jaga.  Tapi jangan pernah membuatnya menangis karena laranganmu.  Biarkan dia pergi mencari kebenarannya.  Bekalkan dia ilmu dan nasihat,  bukan kata-kata kotor penuh hinaan saat kamu mulai murka. 
Kini gadismu mulai pergi.  Dia menjauh karena kemurkaanmu,  menjauh dan lalu pergi.   Dibawanya baju hingga apapun yang ia butuhkan untuk pergi. 
Dan kamu. 
Air matamu mulai menetes. Mencari kemana gadismu pergi.
Tapi dia.
Gadismu pergi ke arah yang benar.  Dia bukan pergi.  Tapi ibu yang menyuruhnya masuk dalam penjara syurga. 
Kabarnya baik saja,  wajahnya cerah,  pekertinaya sangat baik.  Hingga akhirnya dia kembali. 
Kembali memelukmu erat. 
Dan tanganmu hanya mampu mempererat genggaman pada tubuh mungilnya. 
Gadismu tersenyum.
Dia mencintaimu,  dan kini hanya sepersekian hari saja kamu menyayanginya,  karena takdir telah menjemputmu. 
Gadismu sendiri. 
Hanya bertemankan Ibu.
Air matanya mengalir,  tapi hanya sekejap saja.  Hatinya pilu.  Tapi dia haru rela kamu pergi.
Melihat tubuhmu kaku,  dia hanya diam. Memberikan doa terbaik untukmu.
Dia gadismu,  tetap menjadi anak yang baik,  remaja yang sholehah.  Dan kini telah duduk disampingnya sebagai penggantimu menjaganya,  seorang lelaki yang luar biasa.
Kamu tidak perlu iri hati.  Sekali lagi doakan dan restui dia.  Karena pertemuannya juga merupakan rido dari-Nya pun demikian juga ibunya yang telah meridoinya
Tenanglah disana,  biarkan gadismu mengurus rumah tangganya. 
Dan kini gadismu tetap mengingatmu dan mencintaimu.
Bandarlampung,  21 november 2016
#odop
#ngodop
#hutangodop
#rindukeluargaodop

Tidak ada komentar:

Posting Komentar