Jumat, 09 Februari 2018

Lelah

Kubaringkan tubuh diatas kasur,
Menutup mata tapi tak bisa,
Ibu jari masih asyik menari,
Diatas layar teknologi mellenium,

Kuputar badan menghadap kanan,
Kiri,  kanan,  kiri.
Tak juga ada kenyamanan

Hingga akhirnya aku menghasilkan sebuah mini karya yang tak seberapa dan hanya mampu mengusir rasa bersalah.

Kamis, 08 Februari 2018

A K U

Aku hanyalah aku,
Tak ada kamu
Tak ada kita

Aku hanyalah aku
Tak ada huruf e
Tak ada huruf i

Aku adalah aku
Kata yang terdiri atas 3 kata

Aku adalah aku
Hanya ada vokal a dan u

Aku adalah aku
Yang tak akan bisa kau pahami

Aku adalah aku
Hanya Allah yang dapai memahamiku

Rabu, 07 Februari 2018

My principle

Ada Yang pernah bilang bahwa aku tak punya prinsip.... 

Oke,  ngga masalah mungkin memang begitu kenyataannya.

And,  hari ini aku coba untuk mematuhi beberapa prinsip yang sudah aku tuliskan.  Eh ini tapi prinsip bukan ya ? Soalnya kayaknya kalau prinsip terlalu banyak.

Intinya si,  aku pingin punya prinsip menjauhi larangan-NYA dan mengerjakan seluruh perintah NYA

Prinsip
1. Jangan menitipkan anak lebih dari 7 jam pada orang lain
2. Jangan mudah percaya dengan kata-kata manusia
3. Jangan egois,  merasa bahwa seseorang itu milikmu.  Ingat semua milik Allah, maka akan kembali pada Allah. Jika ingin di dekatkan,  mintalah pada Nya,  yang Maha mengatur segala sesuatu.
4. Jadikan anak sebagai penghibur lara,  penyembuh luka, penentram jiwa maka kelak tak ada alasan untuk menikah lagi,  setelah kepergian suamimu.
5. Tak sedikit orang tua yang khilaf,  sedangkan doa dan kutukan mereka seperti mantra.  Penangkal dari semua itu adalah sholat tahajjud
6. Tak ada alasan untuk memarahi anak,  mereka hadir bukan untuk dimarah,  dimaki dan dibentak.  Mereka hadir untuk dilindungi,  disayangi dan dididik.
7. Memukul,  meninju,  mencubit menyakiti orang lain hanya sebuah tingkah dan sikap untuk memuaskan ego hanya ego,  bukan hati dan pikiran
8. Pendidikan tinggi bukan menjadi alasan setiap keputusanmu adalah benar,  selalu ingat ada ilmu dari Allah yang diberikan untuk membuat keputusan bijaksana.
9. Pendidikan,  Harta dan jabatan yang tinggi bukan menjadi alasanmu menyingkirkan orang yang tak sepaham denganmu dan memusuhi orang yang menasihatimu.
10. Setiap nasihat yang berdasar pada Alquran dan hadits adalah sebuah anugrah,  hidayah dan nikmat yang seharusnya diterima dengan rasa syukur
11. Seburuk apapun perangai ibu, tak pantas bila kau menghujatnya, jika nasihat pertamamu saja dibuang.  Maka sebaiknya berhenti dan biarkan saja daripada membuat hatinya luka dan tumbuh kebencian dalam hatimu padanya.
12. Diamku tak berarti aku setuju,  terkadang aku hanya malas untuk berdebat denganmu dan atau membiarkanmu melakukan sesuatu sesukamu yang artinya aku tak lagi peduli
13. Money management.  Habiskan uangmu hanya untuk biaya dan kebutuhan anak-anak, saudara dan juga sadaqah. Untuk kebutuhanmu sendiri dia adalah prioritas ke 100.
14. Malas adalah kunci kegagalan dan pengangguran.  Bermalas-malasan saja jika ingin kedua hal tersebut.
15. Seburuk apapun suamimu,  selama tak terucap talak 3, maka tugasmu adalah menerimanya,  menjaga serta mendoakannya.
16. Tak perlu deket dengan pejabat tinggi,  orang terkenal dan atau orang kaya.  Karena dekat dengan keluarga Allah (para penghafal alquran) adalah kunci hidup yang menenangkan hati.
17. Seorang lelaki tak akan sampai jatuh hati,  jika tiada respon dari wanita. Maka bisa dipastikan akibat terjadinya perselingkuhan adalah wanita. Baik-baiklah dalam melangkah.
18. Jangan pernah berfoya-foya,  karena itu bukan Hartamu tapi Harta milik Allah yang dititipkan untukmu membantu saudaramu sesama muslim.
19. Sholat lima waktu adalah kunci ketentraman,  sholat tahajjud adalah kunci ketenangan,  sholat dhuha adalah kunci keberkahan,  sedangkan tilawah alquran adalah kunci kesehatan
20. Tak ada gunanya negative thinking karena semua itu hanya akan membuat hatimu sakit dan pikiranmu sempit lalu hidupmu terjepit
21. Tak ada Cinta yang benar-benar Cinta.  Kecuali Cinta yang berdasar pada kecintaan terhadap Allah.

Selasa, 06 Februari 2018

Bagaimana membiarkan anak kecil bermain dengan bayi?

Assalamualaikum teman-teman, alhamdulillah adik kecil sudah tidur.  Sekarang saatnya menulis.

Salit deh sama ibu-ibu yang ada di dalam komunitas odop, gimana ya cara bagi waktu buat nulisnya???  Meskipun aku bukan ibu-ibu,  tapi saat mengemban tugas menjaga anak kecil usia 9 Bulan waduuh luar biasa super bagi waktunya sampai kalang kabut,  etdaah bahasa apa lagi ya??? Tapi alhamdulillah nya semua kerjaan rumah beres dan si kecil sekarang lagi tidur,  jadi deh kakak main hp hehe.

Kemarin ada banyak ide berterbangan,  tapi ngga sempat nyatat,  jadilah menguap bgitu saja. Jadi hari ini aku akan mencoba membuat daili activity si adk kecil yang namanya arsyila farzana.

Seperti biasa,  di rumah ada adikku yang nomor 3 namanya fairuz azzam,  dan sekarang ditambah lagi dengan arsyila,  tapi azzam sangat menyayangi adiknya. Alhamdulillah banget dia bisa sedikit membantu jaga syila.

Sepandai-pandainya azzam menjaga,  sesayang apapun seharusnya aku tidak memasrahkan 100% padanya,  ini karena azzam masih anak-anak usia 4 tahun.

Sore tadi,  aku membuat kesalahan besar, what???  Kesalahan apa?  Iya,  kesalahan dalam memasrahkan syila kepada azzam saat sedang di kamar mandi, aku berpikir hanya sebentar saja,  mempersiapkan baju keduanya. 

Kebetulan azzam memainkan selang,  sedangkan arsyila asyik menikmati pancuran air diatas bak mandi,  saluran air keduanya berbeda,  azzam di sebelah kiri dan arsyila di sebelah kanan.  Karena azzam mandi sambil bermain,  jadi deh dia membelakangi adiknya.

Sebelum meninggalkan kamar mandi,  aku sudah berpesan kepada azzam "mas azzam,  tolong pegangi adiknya ya,  kakak mau ambil handuk dulu".

"Iya kak" jawabnya,  sambil langsung menuju dan memegangi adiknya.

Baru saja ambil handuk dan mempersiapkan baju keduanya, aku mendengar ada suara aneh di dalam kamar mandi,  eh ternyata si arsyila sudah masuk ke bak mandi dan tenggelam.

Astaghfirulloh,  aku panik bukan main. Langsung kuangkat arsyila, dan dia masih dalam kondisi manangis. Alhamdulillah air susu cukup untuk menenangkan arsyila,  dan dengan reflek aku memarahi adik azzam.  Padahal kan yang salah jelas aku.

Pelajaran hari ini, jangan membiarkan anak kecil bermain dengan bayi tanpa pengawasan dan jangan langsung memarahi sebaiknya berikan penjelasan dan arahan.

Humh,  syukurlah azzam pemaaf dan penyayang  jadi sepertinya dia juga sudah memahami kesalahannya dan memeluk juga mencium adiknya setelah kejadian itu....


Senin, 05 Februari 2018

Dimana prioritas cinta kalian pada Allah???

Well,  aku mulai kehabisan bahan menulis. Oh,  we o we WOW.... 

Awalnya hari ini aku mau nulis tentang dampak TV untuk anak-anak.  But,  ternyata malam ini ada kejadian yg luar biasa hebatnya.

Well,  ini masalah Cinta.  Lagi-lagi Cinta,  bukan berarti aku sok jagoan atau sudah banyak pengalamannya tentang Cinta ya....  Tapi,  aku hanya ingin mengingatkan. Mengingatkan tentang satu kunci untuk mendapatkan Cinta yang hakiki.  Cinta hakiki bisa kita peroleh jika kita menempatkan Cinta pada Allah untuk urutan prioritas utama.

Why???
Karena ketika kita menempatkan Cinta pada Allah di prioritas utama,  maka Cinta kita kepada makhluk ciptaannya pun tak akan membawa luka.  Sekali lagi.  Tak akan membawa luka. 

Apa yang membuat kita merasa galau dan sakit hati? Semua itu tak lebih karena Cinta yang berlebihan kepada makhluk ciptaannya. Manusia itu bisa membuat sakit hati,  manusia itu tempatnya lupa dan salah. Maka dari itu ketika kita mencintai manusia tak menutup kemungkinan kita akan menjadi korban kelalaian dan kekhilafannya.  Tapi,  coba pikirkan ketika kita tempatkan Cinta pada Allah, maka yang terjadi adalah ketentraman.

Ketika disakiti,  dikhianati oleh makhluk ciptaan Allah,  maka kita akan tetap kuat dan sabar karena kita masih merasa bahwa ada Allah yang selalu ada,  Allah yang selalu sayang,  dan Allah yang selalu kita cintai.

Well,  ini hanya sebuah nasihat atau lelucon,  setidaknya detik ini,  malam ini.  Ini adalah apa yang sedang aku pikirkan.... 

Kalau ada yang mau menambahkan lagi,  silakan tulis di kolom komentar ya.... 

Intinya, ayoo tingkatkan cintamu kepada Allah ditingkat prioritas utama....

Minggu, 04 Februari 2018

Menerjemahkan (kamu)

Langkah langkahmu bergerak mendekat
Lewat sebuah frekuensi tak kasat mata

Rangkaian katamu menjelma kisah
Membuat hati tak lagi resah

Langit jingga untuk kesekian kali
Jemarimu masih menari di atas lembar

Sedang aku,
Duduk menepi
Membaur jingga yang tak sendu
Kuhabiskan waktu menatapmu

Tapi,
Langkahmu memghilang
Jejakmu tak lagi terang
Aromamu melayang
Sinar matamu meredup

Adakah aku salah dalam menerjemahkanmu???
Anganku hanyalah semu
Kau dan aku tak akan menyatu
Hanya selintas imaji yang menjamu

Tanpa kata dan aksara
Ragamu hilang

Tak sampai aku mengulangi
Terjemahan atas sikapmu
1,2,3 takkan cukup membuatmu mengerti
Bahwa aku telah salah menerjemahkanmu....

(Desember in remember)

Sabtu, 03 Februari 2018

PULANG KAMPUS TAK BAWA APAPUN



Ini hanya sebuah kisah tentang apa ang telah lalu terjadi, bagaimana aku menghabiskan waktuku dalam meunggu sebuah hasil, yang nyatanya harus hadir di waktu yang tepat. Tanpa menyalahkan siapapun dan apapun, aku percaya bahwa semua ini adalah bagian dari rencana Allah. Aku sebagai atis yang terpilih memainkan peran hanya harus berusaha menampilkan yang terbaik.

PULANG KAMPUS TAK BAWA APAPUN

Hanya kisah tentang seorang ayah yang menari diatas kepalaku.

Setelah berjam-jam, aku menunggu seseorang. Aku ingin menyebutnya AYAH.
Matanya yang redup, lelah setelah bertarung melawan debu.
Warna jaketnya pudar setelah tersiram teriknya matahari berkali-kali.
Tangannya penuh debu
Bertaruh nyawa bersama jalanan
Mencari nafkah untuk si kecil dan juga permaisyuri
Betapa hidupnya penuh dengan perjuangan

Bukan, dia bukan ayahku….
Dia adalah ayah dari seorang bidadari kecilnya,
Seorang ayah bagi bidadari kecilnya dan seorang pendidik bagiku

Aku tahu,
Bahkan terkadang di lorong gedung ini
Kusaksikan langkahnya…
Yang selalu dihantui keburu-buruan

Aku yang sekarang seolah merasa paling berhak atas dirinya
Hatiku merunta,
Menuntut sebuah keadilan

Tidakkah aku mengerti semua itu,
Penantianku dihadapannya
Mungkin hanya menyulitkan hidupnya,
Pikirannya,
Atau pandangannya…

Rasa bersalah itu pasti ada dalam pikirannya
Tapi….
Seperti yang kulihat
Bahwa aku bukanlah prioritas
Sehingga aku harus mundur tanpa batas dan bekas

Melangkah mundur bukan berarti aku kalah
Tapi, setelah usaha dan perjuangan
Melangkah mundur adalah sebuah pemahaman,
Pemahaman atas dirinya yang memiiki kesibukan
Pemahaman atas bidadari kecil yang siaga menunggu celotehnya di rumah,
Pemahaman atas diriku
Yang bukan menjadi prioritas.

Maka, aku mengerti
Bahwa
Pulang dari kampus tak membawa hasil apapun adalah sebuah penerimaan dan pemahaman yang harusnya lebih kau pahami.

(November, Di lorong gedung tempat kami para mahasiswa tingkat akhir menunggu dan berjuang)

Jumat, 02 Februari 2018

Antara Hitam dan putih

Hanya sebuah proses pembelajaran....
Antara hitam dan putih, mana yang akan kalian pilih??

Hitam yang identik dengan warna kegelapan, warna kejahatan dan warna kesuraman. Sedangkan putih memiliki makna yang lebih mulia, karena putih sering dimaknai dengan kesucian.

Tapi, hitam belum tentu buruk dan putih belum tentu baik. Semua itu jelas tergantung bagaimana masing-masing manusia menerjemahkan warna berdasarkan dengan pengalaman, pengetahuan serta pengamatannya.

Manusia selalu punya sudut pandang masing-masing. Maka penilaian antar manusia itu terkadang tak bisa dipungkiri banyak sekali adanya ketidak adilan. Dari hal tersebut terkadang aku berpikir, bahwa tak ada satupun manusia yang bisa mengerti dan memahami apa yang ada dalam hati sesama manusia yang lain, tak ada yang tahu dengan persis bagaimana pemikirannya. Tapi diantara berjuta, bermiliar manusia yang ada di muka bumi ini, aku percaya bahwa Allah yang maha tahu segalanya.

Manusia hanya mampu berpikir denganbatas sudut pandang yang ia miliki, tapi Allah, tidak. Dia mampu menembus segala hal yang tak pernah kita ketahui.

Jika kita hanya mampu memaknai hitam dan putih atas pemikiran yang dibantu dengan sudut pandang ikita terhadap keduanya, tapi Allah lebih memahami, lebih mengerti dan lebih mengetahui apa dan bagaimana antara keduanya.

Walaupun hanya sekali-kali jangan pernah diri kita sebagai manusia, memiliki pemikiran negatif terhadap orang lain, karena kita bahkan tak pernah tahu apa yang ada dalam hatinya.

Kamis, 01 Februari 2018

Antar adik sekolah

Assalamualaikum teman-teman semua.... 
Februari adalah Bulan ke dua dari dua belas Bulan yang ada dalam satu tahun. Tapi ferbruari adalah Bulan tersingkat diantara Bulan yang lain. Aku menganggapnya seperti seorang adik yang lucu, tapi sayang umurnya bahkan kadang hanya mencapai 28 hari saja. 
ini adalah pengalaman pertama di bulan februari  2018.


 
Hari Pertama antar adik ke TK.

Pagi ini, aku bangun seperti biasa. Libur kuliah memang selalu membosankan bukan??? Tentu saja tidak, bagi orang-orang yang pandai mencari kesibukan. Masih dengan kegiatan yang sama selama aku di rumah yaitu memasak, mencuci baju dan membersihkan rumah. Karena ibu harus bersiap-siap untuk kerja.

Jam dinding sudah menunjukkan pukul 07.15 WIB seharsnya si adik sudah ada di dalam gerbang TK, tapi dia agak susah deh berangkatnya alias malas-malasan. Hal ini disebabkan karena si adik ngga mau pakai kaos kaki, hehe, risih kali ya, karena ngga terbiasa.

Sesampainya di sekolah TK aku memarkirkan motor di halaman bermain dan mengantarkan adik menuju barisan bersama teman-temannya, karena dia adalah anak baru dan baru mengikuti kegiatan sekolah, alhasil dia merasa tak punya teman, jadi deh minta kakaknya untuk nemani terus dan tangannya tak lepas menggenggam rokku. Sebenarnya ini bukan pertama kalinya aku mengantar adik ke TK. Karene ini buka adik pertamaku. Tapi entah kenapa di hari ini aku menemukan pelajaran yang amat spesial. Terlebih untuk nanti ketika aku sudah punya anak.

Detik berganti menit, menit berganti jam. Yah lumayan lama deh aku nunggu adik dibujuk untuk mau ikut bermain dengan teman-temannya. Sampai akhirnya aku harus main peta umpet, biar ngga ketahuan pas ninggalin dia di sekolahnya.

Usut punya usut pas di jalan tetiba aku kepikiran nih, tentang cara agar anak-anak pindahan percaya diri dan berani saat pertama memasuki sekolahnya.

1.      Memasukkan anak ke sekolah yang ada teman main di rumahnya
Mengapa demikian? Karena ketika anak bertemu dengan temannya dalam satu sekolah maka rasa percaya dirinya pasti lebih cepat berkembang dibandingkan dengan teman-teman baru yang belum dikenalnya. Dan dia merasa tidak sendiri dan asing. Dan dengan hal tersebut juga akan meminimalisir anak untuk minta ditemani hingga akhir pelajaran.

Kalau ada teman bermainnya saat di rumah yang bersekolah di sekolah yang sama, maka anak tersebut tidak akan sulit untuk dilepaskan / ditinggalkan pulang. Karena merasa aman ada seseorang yang dikenalinya.

Anak-aanak cenderung merasa khawatir bersama dengan orang-orang asing. Hal tersebut dapat kita lihat dari anak-anak bayi yang biasanya hanya mau digondong dengan orang-orang terdekatnya saja.

2.      Memberikan baju yang nyaman (Seragam lebih diutamakan)
Berikan baju yang nyaman dipakai pada anak, jika seragam sekolahnya belum jadi. Namun, kalau bisa berikan seragamnya dengan cepat alias jangan lama-lama deh pakai baju yang beda dengan temannya. Karena hal tersebut ternyata juga dapat memacu ketidak percayaan diri anak. Sehingga membuatnya malu dan tidak berani melakukan kegiatan di sekolah.

Berbeda dengan orang lain mungkin tak masalah, tapi jika berbeda hanya sendirian dari ribuan orang pasti akan menimbulakan ketidak percayaan diri. Bukan hanya pada anak kecil saja, bahkan para remaja pun bagitu bukan??

Maka alangkah lebih baiknya memberikan seragam yang sama dengan teman-temannya secara cepat.

3.      Jemputlah agak terlambat dari jam keluarnya
Cara ini memang terkesan agak payah si, tapi dengan terlambat menjemputnya, maka kita seperti memberikan kesempatan anak untuk mengenal sekolahnya lebih dalam, dan juga memberikan kesempatan padanya untuk mendapatkan teman bermain yang baru di sekolah.

Setidaknya dari 10 orang teman di kelasnya, akan ada dua atau tiga orang yang juga terlamat pulang, maka dari situ mereka akan berkenalan dan saling mengenal untuk kemudian menjadi teman. Sehingga jadilah teman bermain baru yang ditemukan di sekolah.

Dengan begitu esok lusa saat berangkat sekolah dia sudah punya teman dantidak akan takut lagi untuk masuk sendiri ke sekolah, dan alhasil kita sebagai orang tua akan lebih tenang untuk menganta, karena tdak akan ditangisi saat harus pulang. Tanpa menunggu jam psekolah berakhir.

3 cara di atas si lumayan ampuh deh sepertinya untuk diaplikasikan, hehe soalnya saya juga lumayan sering jadi siswa pindahan.