Kamis, 27 September 2018

Bicaralah pada orang yang tepat dengan bahasa yang tepat

“Bicaralah pada orang yang tepat dengan bahasa yang tepat”


Bahasa adalah alat komunikasi yang digunakan untuk mengungkapkan ide, gagasan dan perasaan. Di bumi ini setiap makhluk hidup berkomunikasi dengan bahasa yang saling dimengerti satu sama lain. Komunikasi antara hewan dengan hewan dan manusia dengan manusia tentu sangat berbeda, namun tidak menutup kemungkinan manusia dan hewan bisa saling berkomunikasi.

Hari ini saya mendapatkan pembelajaran yang hebat.
Ini adalah suatu pengalaman berharga bagi saya.

Pagi tadi saya mencoba membantu teman saya untuk berkomunikasi dengan seseorang, namun saya memang tidak ada hubungannya dengan urusan mereka. Niat saya hanyalah, saya ingin membantu mencari informasi untuk teman saya. Namun ternyata, seseorang yang sebut saja A, mengingat bahwa saya tidak memiliki urusan dalam bisnis ini. Akhirnya saya menjawab bahwa saya hanya ingin membantu teman saya untuk mendapatkan informasi. Alhasil, beliau menasihati saya dengan sangat bijak.
“bicara saja langsung dengan pihak yang terkait, dan jangan melibatkan orang lain yang tidak terlibat dalam urusan ini, niatnya jelas baik untuk membantu, tapi kaklau ada kesalah pahaman yang disampaikan, bagaimana?”

Dari pernyataan di atas saya langsung mengangguk dan paham, iya juga, karena saya nda terlibat langsung dengan bisnis ini ada kemungkinan saya tidak memahami beberapa penjelasan. Tapi klau langsung pihak terkait yang saling berkomunikasi, maka akan lebih paham dan mengerti, sehingga tidak ada istilah kesalah pahaman.

So, teman-teman ara ngga menyesal pernah melakukan hal ini kenapa?
1.      Ara jadi paham bahwa pihak yang saling terkait memang harus saling berkomunikasi untuk menyelesaikan masalahnya, bukan orang lain.
2.      Ara jadi mengerti bahwa jangan pernah takut jika kita tidak salah, merasa ngga enak boleh, tapi kita dilatih untuk menjadi berani. Berani mencoba hal-hal yang nantinya pasti akan menuntun kita menjadi lebih baik
3.      Mencampuri urusan orang lain itu kadang tidak baik. Jika hanya salah satu pihak yang ingin dicampuri.
Alhamdulillah, ara bersyukur banget karena masih bisa diberikan kenikmatan untuk berpikir dan mengambil pelajaran dari kejadian hari ini ....


Besok lusa ara, kepingin cerita pengalaman ikut pelatihan online calon pengajar muda ya ... nantikan kisah selanjutnya di blog ini ya ....

Rabu, 26 September 2018

Pengalaman mengisi Esai Seleksi Pengajar Muda (INDONESIA MENGAJAR)

sumber: from google.com/pengajarmuda17

Assalamualaikum teman-teman,,,,

Kali ini ogut akan menceritakan pengalaman ogut ngisi esay Indonesia Mengajar. Kenapa si, ogut harus banget nge posting pengalaman ini??
Yah, kebetulan waktu itu ada teman ogut yang nanya, bagi tips dong kok kamu bisa lulus tahap I seleksi pengajar muda si?? 
ogut jawab deh "Oke deh, kapan-kapan ogut bagi pengalaman aja ya. Soalnya kalau tips sepertinya ogut belum ahli deh, ogut hanya kebetulan sedang beruntung saja".


Kalian percaya ngga, kalau esai yang ogut buat ini mengalami proses selama 1 bulan. ogut banyak lupa pengalaman-pengalaman ogut, makanya harus telpon beberapa teman gitu untuk tanya-tanya. Dan tentunya ada bantuan dari tim spesialnya ogut hehe. Rekan satu komunitasnya ogut :p

Esai yang harus dibuat itu ada 10 esai, masing-masing sudah ada pertanyaannya gitu kok. Pertanyaannya si simple banget. Pertanyaan mengapa dan apa. Intinya si dari berbagai pengalaman yang pernah kita lakukan.

Nah, dulu ogut pernah nonton tips penulisan esai untuk seleksi pengajar muda. Salah satu yang ogut ingat adalah *Tuliskan apa yang pernah kalian alami, pengalaman-pengalaman yang sudah pernah kalian lakukan, bukan pengandaian* So, dari bahasanya aja sudah dapat kita simpulkan ya guys, berarti ngga boleh ada kata-kata seandainya, jika nanti, jika saya, nantinya ketika dan lain-lain. Makanya ogut memegang teguh untuk tidak menggunakan kata-kata tersebut diatas.

Ada lagi nih guys, kalau bisa baca berulang kali jawaban esai kalian, anggap bahwa kalian adalah pembaca atau juri perlombaan esai, maka lakukan proses eksekusi atas esai yang telah kalian buat. Biar bahasa tulisannya lebih tertata dan mudah dipahami.

Ngga perlu menuangkan pengalaman yang besar kok, pengalaman kecil-kecil asalakan nyambung dengan pertanyaan juga bisa dimasukkan dalam jawaban esai tersebut.

Well, begitulah kurang lebih proses penulisan esai seleksi pengajar muda milik ogut, melalui proses yang sangat panjang.

Dan sekarang ogut akan membagikan pengalaman tersebut sebagai bahan pelajaran untuk teman-teman semua.

Berikut penampakan esai milik Ogut:

Di usia Anda yang produktif, banyak sekali tawaran menarik seperti pekerjaan, beasiswa, menikah dan membuka usaha. Ceritakan momen yang membuat Anda tetap yakin untuk memutuskan menjadi Pengajar Muda dari sekian banyak tawaran menarik tersebut!
Bermanfaat untuk orang lain merupakan salah satu tujuan hidup saya, sehingga mengabdikan diri untuk negara merupakan salah satu cara untuk mencapai tujuan tersebut. Pengalaman ini bermula saat mengikuti program pekan kreativitas mahasiswa yang diadakan oleh kementerian RISTEKDIKTI. Proposal bidang pengabdian yang saya buat bersama teman-teman didanai, sehingga kami membuat taman baca di salah satu daerah terpencil di Lampung. Banyaknya sekolah dengan kualitas fasilitas dan pengajaran yang rendah di Lampung, khususnya di daerah pedalaman seperti di pegunungan dan pesisir pantai yang memiliki akses transportasi yang sulit membuat pendidikan tidak merata antara pedesaan dan perkokotaan. Saya memilih salah satu daerah di pegunungan tanggamus sebagai tempat mengabdi karena hanya ada satu sekolah dasar dan tidak memiliki perpustakaan. Di sana saya menyaksikan anak-anak kelas empat SD yang belum mampu membaca. Saya benar-benar prihatin terhadap kondisi tersebut. Padahal saat melihat semangat dan potensi anak-anak di sana sangat dapat dikembangkan sebagaimana anak-anak di sekolah perkotaan. Selain itu minimnya pengajar berkualitas sangat mempengaruhi kondisi tersebut, hal ini terbukti karena guru PNS yang ditugaskan di sekolah tersebut hanya datang ke sekolah setiap hari kamis saja dan hanya berjumlah satu orang, sedangkan guru honor berjumlah empat orang dan harus mengajar siswa kelas 1 sampai dengan 6 SD. Saat mengabdi di daerah tersebut saya tidak hanya membuka rumah baca saja, melainkan juga membuat kelas tambahan belajar setiap hari sabtu.

Hati saya tergerak saat mengetahui kondisi pendidikan di derah tertinggal dengan kualitas pendidikan yang terbilang sangat kurang. Ternyata hal tersebut merupakan suatu kebenaran yang nyata, sehingga saya sangat tertarik untuk menjadi pengajar muda agar kelak dapat mengabdikan diri untuk negara dalam bidang penelitian dan pendidikan baik ditingkat sekolah maupun perguruan tinggi untuk meratakan dan membagikan ilmu yang telah saya peroleh selama mengenyam pendidikan. Karena salah satu cara belajar adalah dengan membagikan ilmu yang pernah diperoleh. Melalui indonesia mengajar, saya berharap berksempatan untuk memperoleh wawasan, pengetahuan serta keterampilan sebagai pengajar yang berkualitas dan mampu mendidik dengan baik, agar dapat berkontribusi dalam pembangunan pendidikan di daerah terpencil di Indonesia yang membutuhkan banyak guru berkualitas untuk meratakan pendidikan yang ada di indonesia.


Ceritakan pengalaman Anda saat harus menyelesaikan pekerjaan dimana terjadi kondisi yang bertentangan dengan nilai/prinsip yang Anda yakini! Bagaimana Anda mengatasinya?
Pengalaman ini terjadi saat saya duduk di bangku sekolah menengah atas. Saat itu pelajaran kesenian, yaitu seni tari. Dimana saya harus menampilkan tarian tradisional sebagai pengambilan nilai ujian seni. Saya adalah seorang pelajar muslim, sehingga menutup aurat adalah suatu kewajiban bagi saya, maka jilbab merupakan salah satu prinsip yang paling utama dalam memegang identitas seorang muslim. Saat itu guru kesenian meminta saya untuk melepas jilbab karena dalam satu tim hanya saya yang menggunakan jilbab, selain itu tema tarian yang akan dibawakan oleh tim adalah tarian tradisional sehingga harus menggunakan pakaian adat tradisional. Saat itu saya sangat bingung, karena saya harus mencari cara untuk meyakinkan atau mengubah pola pikir guru kesenian saya agar dapat memahami prinsip yang saya miliki. Saya mencoba menjelaskan dengan berbagai hal tentang betapa pentingnya prinsip yang saya pegang, namun saya juga mencoba memberikan solusi, yaitu membuat kostum modifikasi modern untuk tarian tradisional yang akan saya perankan. Saya juga selalu membuktikan kepada guru kesenian bahwa dengan menggunakan jilbab tidak akan memperburuk tarian atau mengganggu jalannya tarian, sehingga guru saya sedikit memahami alasan tersebut. Maka saat itu saya tetap dapat menjalankan prinsip yang saya pegang. pengalaman kedua adalah ketika saya diminta untuk mengerjakan soal ujian take home milik siswa privat saya, hal ini jelas sangat berlawanan dengan prinsip saya, namun saya mencoba untuk mempertahankan prinsip saya, karena hal ini berhbungan dengan cara mendidik siswa. Saya memberikan penjelasan dan kemudian memberi arahan kepadanya, sehingga dia dapat mengerjakan dan menyelesaikan ujian dengan kemampuannya sendiri. Berdasarkan pengalaman tersebut saya selalu memahami prinsip-prinsip yang saya miliki. Apabila hal tersebut adalah prinsip yang didasarkan dengan kewajiban maka sebisa mungkin akan saya pertahankan dengan memberikan solusi dan alasan yang tepat untuk tidak melanggar prinsip yang telah saya miliki, namun jika prinsip yang saya miliki adalah prinsip sekunder dan tidak adanya kewajiban, maka saya akan mencoba memahami kondisi pekerjaan saya, dan mencari solusi atau jalan keluar yang terbaik untuk keduanya.

Ceritakan pengalaman Anda ketika harus menyelesaikan suatu tanggung jawab tertentu di bawah tekanan dari lingkungan sekitar karena sumber daya yang terbatas!
Sebagai seorang mahasiswa keguruan dan ilmu pendidikan saya pernah mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Saya adalah seorang mahasiswa jurusan pendidikan kimia, sehingga saya juga melaksanakan KKN di sekolah dan mengajar mata pelajaran kimia. Namun saat itu kepala sekolah meminta bantuan saya untuk mengajar mata pelajaran kesenian karena guru kesenian sedang cuti melahirkan, sehingga saya mengajarkan seni lukis kepada murid-murid di sekolah tersebut. Melukis merupakan hobi saya dan keterampilan yang saya miliki, maka saya dengan siap menjalankan tugas dari kepala sekolah dengan mengandalkan keterampilan yang saya miliki. Selain di sekolah, saya juga melakukan pengabdian di desa, dengan membuat program desa untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan pada masyarakat desa, agar mereka dapat mengembangkan potensi sumber daya di daerah mereka. Salah satunya dengan memberikan pelajaran tambahan dan pengajian untuk anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. Dengan adanya program tersebut, maka setiap mahasiswa dituntut untuk mengaplikasikan keterampilan yang dimiliki. Selain itu kami membuat program untuk ibu-ibu PKK yaitu melatih gerak jalan persiapan lomba memperingati kemerdekaan Indonesia tingkat kecamatan. Sehingga saya dan juga teman-teman berinisiatif untuk membantu melatih gerak jalan setiap sore agar para ibu-ibu PKK dapat mengikuti lomba gerak jalan dengan baik. Tidak hanya itu, saya dan juga tim rutin memberikan sosialisasi kesehatan, keterampilan dan pendidikan, sehingga dapat memberikan wawasan, pengetahuan dan motivasi bagi mereka semua untuk mengeksplor dan meningkatkan sumber daya di desa mereka. Selain itu, kami juga mengajarkan cara mengolah sumber daya alam yang dimiliki, yaitu kopi, dengan mengajarkan penggunaan kemasan dalam penjualan bubuk kopi siap saji. Berdasarkan pengalaman tersebut saya sangat yakin bahwa bukan hanya ilmu yang penting, namun keterampilan juga merupakan kunci dalam mengabdikan diri kepada masyarakat. Maka alangkah lebih baik jika kita menguasai beberapa keterampilan, karena tuntutan masyarakat akan berbeda-beda terhadap kita. Selain itu setiap daerah memiliki sumber daya yang berbeda-beda. Tugas saya sebagai seorang pengabdi adalah menggunakan dan memanfaatkan setiap sumber daya sesuai dengan kebutuhan.

Ceritakan pengalaman Anda ketika merespon secara cepat suatu kondisi yang tidak ideal di sebuah organisasi/lingkungan Anda, padahal itu bukan tanggung jawab utama Anda!
setiap manusia memiliki tanggung jawab masing-masing terhadap kewajibannya. namun manusia bukanlah makhluk individual yang dapat berbuat atas dirinya sendiri dan berdasarkan dengan apa yang mereka inginkan. manusia selalu membutuhkan manusia lainnya dalam melangsungkan kehidupan. saya pernah memiliki pengalaman hidup dalam memegang tanggung jawab orang lain. pengalaman ini saya peroleh ketika menjadi panitia khusus pemilihan raya universitas (Pansus). saat pelaksanaan pemilihan raya, yaitu saat pencoblosan calon presiden mahasiswa, setiap anggota pansus sudah memiliki tanggung jawab masing-masng atas tugasnya. namun saat itu ada salah satu teman saya yang mendadak mendapatkan musibah, ayahnya masuk rumah sakit dan membutuhkan donor darah milik teman saya tersebut, karena di rumah sakit sudah tidak ada lagi kantong darah yang dapat diberikan, sehingga dia harus segera pergi ke rumah sakit, sedangkan dia seharusnya bertanggung jawab untuk menjaga dan menghitung perolehan suara. melihat kondisi tersebut saya dengan segera mengajukan diri untuk menggantikan posisi teman saya agar perhitungan perolehan suara tetap dapat berjalan dengan baik dan kondusif dan menghindari kecurangan, meskipun saat itu saya juga memiliki tugas yang sama. saya dengan segera menyelesaikan tugas dan kewajiban saya untuk kemudian membantu teman dalam menyelesaikan tugasnya. karena dalam suatu organisasi sebuah tanggung jawab sudah bukan lagi milik individu, melainkan menjadi tanggung jawab bersama. berdasarkan pengalamn tersebut saya benar-benar memahami pentingnya berbagi dan menolong dan saya juga memahami bahwa manusia adalah makhluk sosial.

Ceritakan pengalaman Anda ketika menemukan cara yang lebih baik dalam melakukan sesuatu dan berdampak positif terhadap organisasi/lingkungan!
pengalaman ini saya peroleh ketika menjadi anggota panitia khusus pemilihan raya presiden mahasiswa. pada saat itu kericuhan sedang terjadi, hal tersebut disebabkan karena adanya psangan bakal calon presiden yang mengumpulkan persyaratan tanpa ada tanda tangan dari pihak pimpinan bidang akademik, sehingga persyaratan tersebut tidak memenuhi kualifikasi untuk mendaftarkan diri dalam pemilihan calon presiden mahasiswa. namun sebagian anggota pansus tidak mempermaalahkan hal tersebut dan sebagiannya lagi sangat mendukung untuk memberikan kartu merah, yang artinya diskualifikasi. sehingga keributan terjadi, saya termasuk golongan yang memberikan kartu merah terhadap pendaftar tersebut, karena berdasarkan undang-undang yang telah disepakati sebelum pemilihan dilaksanakan adalah semua berkas harus memiliki stampel dan tanda tangan asli dari bagian akademik kampus. kemudian diadakanlah rapat pleno untuk membahas kasus tersebut, membahasa kembali dan mengupas serta memahami makna undang-undang. menurut pihak yang mendukung, mereka mengatakan bahwa syarat tersebut sudah sah, karena berkas tersebut langsung dikeluarkan dari bagian akademik, namun menuruh pihak yang kontra mengatakan bahwa setiap peraturan dan kesepakatan harus tetap dijalankan apapun kondisi dan risikonya. pada akhirnya rapat pleno pun tidak menghasilkan apapun, yang terjadi hanyalah pertikaian dan saling mengadu pendapat. maka saya memberikan ide akhir setelah mtidak ditemukannya jawaban atas masalah ini, saya memberikan ide untuk mengambil voting, dengan kesepakatan menerima apapun hasil dari vote-nya. hal ini lebih bisa diterima dengan semua anggota. selain itu dengan kondisi seperti ini panitai pun dapat dengan segera mengambil keputusan siapa saja pasangan calon presiden yang berhak mengikuti pemilihan raya, tentunya hal ini berdampak positif bagi pasus itu sendiri.

Ceritakan pengalaman ketika Anda harus meyakinkan orang yang kedudukannya lebih tinggi dari Anda. Bagaimana akhirnya orang tersebut sepakat dan benar-benar menjalani ide Anda dengan senang hati!
Sebagai seorang anak hendaknya kita harus patuh terhadap orang tua, namun apabila ada hal baik yang orang tua kita belum tahu, maka lebih bijak jika kita memberi penjelasan dan kebenaran kepada orang tua agar mereka bisa lebih bisa menerima pilihan kita, karena orang tua memiliki kedudukan yang lebih tinggi daripada kita. Pengalaman ini saya dapatkan saat sedang meminta izin kepada ibu untuk ikut indonesia mengajar. Awalanya ibu menolak mentah-mentah rencana ini, karena ibu beranggapan akan sangat jauh dari ibu, dan selain itu tentunya ibu juga berpikir akan sangat merugikan waktu jika ikut indonesia mengajar, alangkah lebih baik jika langsung melanjutkan kuliah saja. Namun sebisa mungkin saya memberikan penjelasan tentang program pengabdian indonesia mengajar, memberikan pengertian bahwa diluar sana masih banyak anak-anak yang membutuhkan pendidikan berkualitas. Tentu saja ibu tidak langsung mengizinkan, namun setidaknya ibu mulai memahami pentingnya berbagi.

Selanjutnya saya masih mengajak ibu mengobrol tentang cita-cita saya yang ingin membalas budi kepada tanah air karena telah memberikan kemerdekaan dan tanah untuk tempat lahir, sehingga pengabdian kepada negeri ini adalah salah satu cita-cita saya untuk membalas budi kepada negara. Ibu mulai mengerti dan memberikan arahan jika nanti benar-benar ikut indonesia mengajar. Kemudian saya masih terus mengajak ibu mengobrol dan bertanya tentang pengabdian dan pentingnya mengabdi, sehingga keluar kata “iya” dari ibu untuk ikut indonesia mengajar. Alhamdulillah segala sesuatu akan lebih mudah jika kita memberikan penjelasan yang nyata dan alasan yang tepat. Maka berdasarkan pengalaman tersebut saya belajar bersabar dan mengerti bahwa memberikan penjelasan dan alasan yang tepat agar dapat meyakinkan orang yang kedudukannya lebih tinggi dari saya akan lebih membuat mereka mengerti dan sepakat untuk menjalankan dan menyepakati ide yang kita berikan.


Ceritakan pengalaman Anda ketika mengalami penolakan/kegagalan berkali-kali! Jelaskan bagaimana Anda berhasil melalui kondisi tersebut!
Penolakan ataupun kegagalan pasti pernah dirasakan oleh setiap orang, sekalipun dia adalah orang sukses, pasti di masa lampau dia pernah mengalami penolakan dan kegagalan. Pengalaman penolakan dan kegagalan yang pernah saya rasakan adalah saat tes SBMPTN. Setelah kelulusan dari SMA saya mencoba mendaftarkan diri di fakultas kedokteran universitas negeri. Pada tes pertama saya memilih dua pilihan yang sama yaitu fakultas kedokteran dan keduanya tidak lulus seleksi, sehingga membuat saya merasa harus berusaha lagi untuk memperolehnya. Saya memutuskan untuk menunda masuk perkuliahan selama satu tahun, kemudian saya mencoba tes di tahun kedua dengan jurusan yang sama yaitu fakultas kedokteran pada pilihan pertama dan ilmu kimia di pilihan kedua, untuk berjaga seandainya nilai saya tidak memenuhi kualifikasi sebagai mahasiswa kedokteran, namun Tuhan selalu punya pilihan terbaik untuk hambanya. Saya tidak lulus di fakultas kedokteran, melainkan lulus di program studi pendidikan kimia di universitas lampung. Dengan kejadian tersebut saya merasa gagal, atas usaha yang sudah saya lakukan selama satu tahun.
Satu semester menjalani kuliah di pendidikan kimia membuat saya sedih dan terpuruk, karena merasa tidak dapat membahagiakan orang tua, namun saya kembali berpikir bahwa Tuhan telah memberikan jalan dan pilihan terbaik bagi setiap hambanya, sehingga saya mulai berpikir untuk mendalami ilmu kimia secara serius. Pengabdian bukan hanya bisa dilakukan oleh alumni kesehatan saja, tapi setiap orang dapat mengabdi kepada negaranya dengan cara yang berbeda-beda. Dengan pikiran tersebut saya mulai bangkit dan semangat untuk terus menggeluti dunia kimia, sehingga kelak saya ingin memberikan pengabdian di bidang penelitian dan pendidikan pada ilmu kimia. Ilmu yang telah saya peroleh selama mengenyam pendidikan tinggi. Karena tujuan hidup yang saya miliki adalah dapat bermanfaat dan mengabdikan diri pada negara. Berdasarkan pengalaman tersebut saya memahami bahwa setiap kegagalan adalah jalan dari kesuksesan yang lainnya, dan sekarang saya telah menyelesaikan studi, maka saya merasa bahwa saya dapat keluar dari kondisi kegagalan yang pernah saya alami.


Ceritakan pengalaman anda menyakinkan orang lain untuk melakukan sesuatu yang tidak dia inginkan!
Pengalaman ini terjadi saat saya mencoba untuk mencari tambahan uang untuk kuliah dengan berjualan produk kangen water. Sangat tidak mudah untuk mendapatkan konsumen, kebanyakan dari mereka tidak percaya terhadap produk yang di jual. Awalnya saya hanya menawarkan saja dan memberikan penjelasan tentang produk yang saya tawarkan, namun melihat kondisi konsumen yang ternyata tidak mudah percaya dengan penjelasan-penjelasan tersebut sehingga saya berpikir dan mencari jalan lain untuk memasarkan produk tersebut. Ide yang saya peroleh adalah dengan memberikan penjelasan secara ilmiah, meskipun terkadang beberapa konsumen tidak mengerti tentang proses kimia yang terjadi dalam produk tersebut hingga dapat digunakan menjadi obat. Keesokan harinya saya mempelajari produk tersebut dari proses kimia yang terjadi, sehingga lebih dapat meyakinkan konsumen untuk membeli produk tersebut. Saya menjelaskan dengan detail setiap proses kimia yang terjadi. saya juga memberi penjelasan tentang dampak negatif dan positif dari produk tersebut, seolah saya sedang berada di pihak yang netral. saya juga memberikan kejujuran tentang ulasan produk yang saya tawarkan. Berdasarkan pengalaman tersebut, saya mengerti bahwa untuk meyakinkan seseorang agar mereka melakukan sesuatu yang sebelumnya tidak diinginkan adalah dengan cara memberikan penjelasan yang nyata dan memberikan alasan yang logis yang dapat diterima setiap orang. Karena setiap orang membutuhkan kebenaran atas apa yang kita ucapkan dan mereka juga membutuhkan kejujuran atas apa yang pernah diucapkan untuk mereka.


Ceritakan pengalaman ketika Anda harus menyelesaikan tanggung jawab yang besar dan ada banyak tantangan serta hambatan yang datang tanpa bisa Anda prediksi!
Sebenarnya saya sangat sering mengalami kejadian seperti kasus pada pertanyaan di atas, namun pengalaman yang paling mengesankan bagi saya adalah saat saya menjadi anggota Pansus (Panitia Khusus Pemilihan Raya tingkat universitas). Waktu pemilihan raya bersamaan dengan pelaksanaan ujian semester, sehingga terkadang saya harus pandai membagi waktu untuk mengerjakan setiap kewajiban saya, yaitu sebagai seorang mahasiswa dan juga sebagai anggota Pansus. Sebelum pelaksanaan pemilihan raya angota pansus selalu mengadakan rapat untuk membahas undang-undang pemilihan, sedangkan saya juga harus belajar untuk ujian semester, selain itu saya juga harus menyelesaikan beberapa tugas syarat untuk mengikuti ujian semester, maka yang harus saya lakukan adalah mendahulukan prioritas utama, yaitu mengerjakan tugas-tugas, dan mempersiapkan diri untuk ujian, karena tujuan utama kuliah adalah untuk mencari ilmu. saya juga tidak melupakan untuk tetap melakukan kewajiban sebagai anggota Pansus.

Pengalaman kedua diperoleh ketika saat saya sedang menjalankan ujian semester, saat duduk di bangku sekolah menengah atas, saat itu saya mendapatkan kabar bahwa ayah saya jatuh sakit dan harus di rawat di rumah sakit, sehingga menyebabkan saya sangat ingin segera pulang dan mendampinginya. Karena jarak antara rumah dan sekolah membutuhkan waktu tempuh selama 4 jam, sehingga sangat sulit jika harus berangkat sekolah dari rumah. Ibu meminta saya untuk tetap fokus dalam belajar mempersiapkan ujian semester, keesokan harinya setelah selesai ujian semester, saya mendapat kabar bahwa ayah telah meninggal dunia. Sehingga saya segera memprioritaskan mengikuti pemakaman ayah saya, dan setelah pemakaman selesai saya tetap harus kembali ke asrama, karena harus menyelesaikan tugas dan kewajiban saya sebagai seorang pelajar yang sedang melakukan ujian semester. Berdasarkan pengalaman tersebut saya belajar mengerti dan memahami keadaan, mana yang menjadi prioritas, maka itulah yang harus saya dahulukan. Prioritas adalah apa-apa yang sudah menjadi kewajiban saya. Seringnya saya akan membuat suatu bagan prioritas dan juga dampak yang dihasilkan, sehingga dalam penyelesaiannya tidak akan menjatuhkan salah satu kewajiban dan akan tetap menjalankannya dengan baik dan benar tanpa ada yang ditinggalkan.


Menjadi Pengajar Muda, Anda akan menghadapi banyak sekali ketidakpastian saat penugasan. Baik secara finansial, jangka waktu penugasan, perubahan arahan secara mendadak dan hal lain. Bagaimana Anda menyikapi jika kondisi-kondisi tersebut terjadi?
Dalam menyikapi hal-hal tersebut biasanya saya lebih memilih untuk melakukan tugas dan kewajiban dengan baik dan benar, sehingga setelah itu pasti hak-hak yang harus saya dapatkan juga akan terpenuhi. Saya berprinsip bahwa setiap kewajiban yang kita jalani dengan keikhlasan dan kesabaran, maka pasti esok lusa hak-hak atas diri kita akan terpenuhi juga. Karena dalam pengabdian yang dibutuhkan adalah keloyalan, keikhlasan juga kesabaran. berpikir positif merupakan salah satu kunci utama dalam bersabar, saya selalu berpikir positif tentang apap-apa yang menimpa kehidupan saya. karena saya percaya bahwa setiap orang pasti tetap akan berpikir dua kali untuk menyakiti atau mengambil hak orang lain. maka setidaknya saya akan selalu memenuhi setiap kewajiban saya, sehingga kelak hak-hak saya akan terpenuhi dengan cara apapun yang Tuhan izinkan, apabila yang seharusnya memberikan tidak dapat memberikannya.

nah, begitulah penampakan esai ogut, alhamdulillah esai ini lolos untuk masuk ke tahap selanjutnya.... 
semoga teman-teman yang nantinya ada keinginan untuk ikut mendaftar menjadi Pengajar Muda dapat terbantu oleh beberapa pengalaman ogut di sini.