Rabu, 03 Juli 2019

SULA GOT TALENT


 pengajar muda kepulauan sula 
taken by Dani Finata Pratama


Sula Got Talent (SGT) merupakan kegiatan tahunan yang dipanitiai oleh dinas pariwisata, dalam kegiatan ini setiap masyarakat kabupaten kepulauan Sula diberikan kesempatan menunjukkan bakat yang dimilikinya. 

SGT sudah dilakukan sejak tahun 2017 yang saat itu baru lingkup kota kabupaten dan beberapa kecamatan tetangga. Orang nomor satu di kepulauan sula sangat mengapresiasi kegiatan tersebut sehingga di tahun berikutnya, yaitu 2018 dinas pariwisata melebarkan sayap pencarian bakat masyarakat kepulauan sula dengan cara menyebarkan undangan pada setiap desa yang ada di kabupaten kepulauan. Harapannya adalah masyarakat desa dapat mengetahui informasi dan ikut serta dalam kegiatan ini. Di akhir tahun adalah waktu yang dirasa tepat untuk melakukan kegiatan ini, sekitar bulan november desember mulai dilakukan audisi di beberapa titik daerah.


 salah satu peserta tarian ronggeng gala

Selain mencari bakat, SGT juga sangat ingin melestarikan budaya daerah yang dimiliki masyarakat kabupaten kepulauan sula, mulai dari gambus, ronggeng gala, tarian kreasi daerah, basaro (balas pantun dengan bahas sula) dan juga beberapa permainan tradisional kabupaten kepulauan sula. Hal ini tentunya sangat diharapkan kehadirannya bagi beberapa sekolah yang ingin memanfaatkan kegiatan ini sebagai sumber mendapatkan  prestasi siswanya ditingkat kabupaten.

SGT tahun kedua sudah menjaring 12 kecamatan yang ada di kabupaten kepulauan sula. Kepala dinas pariwisata Muhammad Drakel bahkan langsung turun tangan untuk membantu proses audisi yang dilakukan di 6 titik beberapa kecamatan kabupayen kepulauan sula, yaitu kecamatan (sulabesi Timur ) dengan kota kecamatan desa baleha, kabau darat (kecamatan sulabesi Barat), Fogi (Kecamatan Sanana), Mangon (Sanana), Buya (Kecamatan Mangoli Selatan) dan di pusat kegiatan akan dilakukan yaitu Benteng Verwarchting Sanana.

 tempat menyaksikan peserta SGT
taken by Nadia Annisa Nurtantijo

Proses penilaian juga menggunakan para juri berbakat yaitu Ilham Soamoe sebagai anggota dari Maksaira dan juga Caca Baya yang merupaka rekan menyanyi dalam group Maksaira dan Bunda Amanda yang merupaka komentator fashion. Selain itu juga penilaian SGT didasarkan pada 10 juri votelock yang siap memberikan nilai pada peserta. berikut poto salah satu juri komentator Sula Got Talent
 Ilham Soamole sebagai salah satu juri komentator dan anggota Maksaira
Taken By Dani Finata Pratama

kalau mau lihat lebih lanjut ada nih di youtube https://youtu.be/RDv73l9PFQA

Jumat, 14 Juni 2019

Yeay Aku Bisa Tampil di Kota!!!




Setiap orang memiliki minat dan bakat masing-masing, ajang pencarian bakat yang dilakukan di kabupaten kepulauan sula membantu masyarakat percaya bahwa selain bisa mengerjakan soal, masih ada lagi ajang memperoleh prestasi dalam bidang non akademik. 

Tanggal 12 desember 2018 semua guru SD Inpres Sama dan Mts Al-Ikhsan Sama berjalan menuju kota kecamatan sulabesi timur, yaitu Desa Baleha dengan jarak tempuh sekitar 2 km.
Setelah beberapa hari mencari bakat-bakat terpendam ang dimiliki anak-anak, akhirnya hari ini tiba saatnya untuk menantang keberanian mereka tampil di depan dewan juri.

Kepala sekolah SD Inpres Sama Nurabaya Panigfat, S.Pd. mendaftarkan siswanya dalam 5 kategori mata lomba, yaitu 1 regu gambus, 1 regu tarian daerah sama (taria laur), 1 regu basaro (balas pantun), 1 regu Fag (permainan gasing kayu) dan 1 regu bola lempar.

Audisi ini diikuti oleh 2  kecamatan di kabupaten kepulauan sula, yaitu kecamatan  sulabesi timur dan sulabesi tengah dengan jumlah 12 desa. Selama proses audisi beberapa kali anak-anak khawatir dengan hasil audisinya, beberapa kali mereka juga mengatakan “Ibu dong pung daftar banyak kuat, dong pung gagah kuat ibu” (Ibu, mereka mendaftar banyak lomba, tamilan mereka bagus sekali). Sebagai seorang guru pendamping aku hanya bisa memberikan semangat pada mereka. “Tong pung lebih gagah lagi, barang tong su belatih lama-lama itu kong” (punya kita juga bagus, kan kita sudah latihan banyak kali). berikut adalah poto peserta audisi SGT cabang menyanyi dari desa baleha.

 Berikut adalah peserta terakhir audisi SGT yang berasal dari desa waiman, kecamatan tentangga.
dengan tarian nelayan khas desa waiman.

 Audisi Sula Got Talent dinilaii dengan dua orang tim penilai dari dinas pariwisata, dimana salah satu nya merupakan anggota Maksaira Sanana, yaitu Ilham Soamole (nantikan kisah selanjutnya tentang bang Ilos ini yak) tetap stay tune di hannel blog aarafalesia ^^


Para guru dan beberapa orang tua siswa ikut serta melihat proses audisi dan memberikan semangat juga dukungan terhadap anak-anaknya. Memberikan keyakinan bahwa mereka sama bisanya dengan peserta lomba lainnya.



Pukul 15.00 WIT kertas pengumuman telah terpasang didepan pintu kecamatan Baleha, segera aku memotret hasilnya dan pulang untuk mengabarkan kepada anak-anak siapa saja yang bisa maju ke panggung spectra SGT. 


 “kalau tong seng lulus senga apa e, tong masih bisa latihan sendiri dan buat tarian baru e untuk persiapan tahun depan”(kalau kita tidak lulus tidak apa ya, kita masih bisa latihan dan buat tarian baru untuk persiapan tahun depan). Ujarku sore itu dengan menghampiri anak-anak yang masih latihan di sekolah.

“saya ibu, seng apa. Barang tong su usaha maksimal ibu” (iya bu, tidak apa, kan kita sudah berusaha). Jawab salah seorang siswa.  Dan di susul beberapa siswa lainnya mengiyakan. Terlihat sedikit wajah kecewanya mereka tidak bisa tampil di kota kabupaten. Terlebih anak-anak yang menampilakan tarian laur, hal ini karena mereka sangat ingin mengenalkan tarian yang berasal dari dasa mereka yaitu Desa Sama. 

“tarian laur akan dikenal masyarakat jika kalian semua ada keinginan untuk menjaga dan terus berlatih menari juga membuat gerakan baru. Jika tidak bisa mengenalkan di kegiatan SGT mungkin kita bisa mengenalkannya di kegiatan lainnya”
“Saya bu” jawab mereka serempak.

“nah, sekarang kalian diminta bapak dewan juri untuk tetap latihan” aku menghentikan kalimatku sejenak. “Soalnya kalian diminta untuk tampil di panggung spektra di kota kabupaten (Sanana)”
Saat melanjutkan kalimat tersebut anak-anak dengan semangat dan senyum lalu bersorak “Horeeee!!!!”.

Keesokan harinya aku mengabarkan berita ini kepada kepala sekolah, dan kepala sekolahku dengan sigap mempersiapkan pembuatan dan peminjaman kostum untuk tampil. Para orang tua setiap malam melihat anak-anaknya berlatih di jalan dengan penerangan lampu jalan tenaga surya. Ibu Sid menjadi guru pelatih dan pembimbing bagi anak-anak. Kepala desa dan beberapa masyarakat desa juga ikut serta melihat proses berlatih anak-anak.

Majunya pendidikan, meningkatnya prestasi siswa bukan hanya jika siswa itu mau berusaha belajar sendiri, namun dengan dukungan orang-orang sekitar (lingkungan) maka setiap siswa pasti bisa meraih impiannya dan menemukan bakat yang mereka miliki.