Jumat, 25 November 2016

Bukan perayaan


Disana aku melihat Bulan sabit
Dia Indah saat terbit
Tepat di malam aku menjerit
Membuat wajahku seperti parit
Saat mata masih merabun
Hingga akhirnya kutatap jelas keindahan
Semua pernah dilewati jalanan
Ini seperti sebuah buana
Mataku melukis setiap langkah
Tanganku mengukir sejarah
Sedang hatiku,  mulai menjarah
Setiap atensi saudara sedarah
Dulu kulihat Bulan sabit di bibirnya
Ia merekah indah
Kini masih kulihat dia di sana
Namun senyumku yang tak lagi merekah
Pada perayaan yang tercipta
Disana ada angka dan cahaya
Terbesit luka yang mulai menganga
Perih kurasa
Ada perayaan yang berhak kucipta
Pada sebuah mimpi yang menjadi nyata
Aku mulai terjaga
Menikmati setiap gelora
Pernah aku menanti,
Perayaan indah dengan sejuta sabit
Namun kegelapan yang hadir
Setiap wajah mencipta parit
Ada tubuh kaku terdiam
Matanya terpejam
Namun sabit terbit
Indah
Lagi..
Perayaan ini untukmu;  ayah
Hanya untukmu
Sedang bagiku
Ini adalah kegelapan
Kucipta jutaan hujan di wajahmu
Biar kau mengerti
Bahwa ini bukan perayaan
Bandarlampung, 25 November 2016

Selasa, 22 November 2016

Daily activity

Pagi ini tak seperti biasanya.  Ada rasa bergejolak didalam hati.  Ingin bertemu dan ingin menyapa.  Tapi hati selalu saja merajai.  Aku malu,  rasanya aku sudah lama tak pernah hadir tapi pagi ini saat aku membuka mata.  Aku sungguh rindu kalian.  Maaf jika aku bebal,  tak mau menuruti peraturan yang kubuat dan dibuat oleh kalian semua.  Tapi ini benar-benar keadaan gawat darurat,  bahwa aku sedang banyak ujian dan tugas kuliah (itu hanya alasan klasik saja) 
Tapi benar,  2 minggu ini adalah penentu skripsiku  Hehe bisa dibilang begitu. 
Maaf jadi curcol ya.. 
Usiaku tak lagi muda.  Tapi seperti nya semangatku menua lebih cepat.  Lebih cepat dari perkiraanku. 
Pukul 08.00 wib.  Aku berangkat ke kampus.  Mengikuti matakuliah mekanika kuantum.  Jujur aku tertarik banget dengan mata kuliah kuantum.  Cerita didalamnya itu luar biasa.  Aku mencari tahu dimna elektron dan bagaimana bentuk orbital yang dinamakan ruang kebolehjadian ditemukannya elektron.  Tapi entah kenapa,  matakuliah ini memang terbilang sulit.  Sejujurnya,  bagiku tak ada matakuliah yang sulit.  Hanya saja,  banyak kemalasan merajai duniaku. 
Jumat besok aku harus presentasi mata kuliah pilihan yaitu tentang geokimia. Akan membahas materi biosfer.  Yupss sampai sekarang masih belum begitu paham bagaimana biosfer itiu. 
Siang ini saat matahari sedang terik.  Aku memutuskan untuk pergi ke perpustakaan.  (Cari ac)
Niatnya si mengerjakan geokimia.  Mentraslate lebih tepatnya.  Heheh
Sore ini aku menjanjikan muridku untuk hadir membantunya mengerjakan tugas. 
Semoga ilmunya bisa bermanfaat. 
Malamnya.  Kemungkinan aku akan melanjutkan mengerjakan geokimia. 
Sebagai mahasiswi tingkat akhir,  sepertinya aku lebih banyak mondar-mandir ngga jelas. 
Dan banyak deadline yang menimpaku,  membuat aku harus mengatur ulang waktu
#kegiatan
#dailyactivity
#odop
#rindu keluarga odop
#tantangan odop aktivitas sehari-hari
23 november 2016

Kata Kita

Kembali aku harus mengurus setiap kata yang enggan menjadi kita.  Mungkin ini hanya perkara waktu yang tak sampai,  atau diri kita yang tak bisa menyatu.  Aku melihatmu di kejauhan bajumu berdebu,  rambutmu berantakan.  Badanmu kini mulai mengecil tak terawat.  Rambutmu seperti bulu domba. Kamu berjalan di sepanjang jalan kota kenangan,  kemudian duduk sejenak mengingat kenangan. 

Di taman kota,  di tempat duduk yang biasa kita duduki bersama.  Aku juga disini,  menyaksikan kamu yang menyepi.  Dikelilingi oleh keramaian anak-anak bermain kejar-kejaran.  Matamu tetap sayup.  Tak ada keceriaan didalam hidupmu.  Karena ada kata yang enggan menjadi kita.
Aku hanya mampu menyaksikan kepedihan ini dari kejauhan.  Dibalik pohon akasia dan penjual es putar.

Kemudian senja datang,  badanmu mulai tegap.  Kakimu melangkah.  Tanpa melihat arah kau datang kepadaku.  Namun kakiku lebih dahulu melangkah,  dia berlari kencang seakan kau adalah serigala. Hingga akhirnya aku menemui suamiku,  untuk hari ini,  cukup bagiku melihatmu masih terluka.  Sedang aku juga tak bahagia. 

Semoga takdir akan mempertemukan kita,  kelak ketika ada waktu yang tepat.
Hingga ada kata yang akan menjadi kita.
Karena kita hanya bisa menanti.

Bandarlampung,  16 november 2016
#odop
#katakita
#rindukeluargaodop