Selasa, 14 Agustus 2018

Pengalaman ikut Direct Assessement Indonesia Mengajar



Assalamualaikum teman-teman….

Direct Assessment (DA) Indonesia Mengajar






Apa si Direct Assessment itu?? baca selengkapnya di Direct Assessement Indonesia Mengajar.

Indonesia Mengajar sedang mencari Pengajar Muda angkatan XVII. Nah, alhamdulillah saya dan 239 peserta lainnya diberi kesempatan untuk menunjukkan kemampuan dan bakat di depan tim assessor Indonesia Mengajar. Saya dapat jadwal hari Rabu tanggal 8 Agustus 2018.

Pagi-pagi pukul 06.30 saya berjalan dari kalibata city ke gedung IPMI kalibata. Lokasinya ada di belakang Plaza kalibata jakarta selatan. Sesampainya di sana aku bertemu dengan 3 perempuan yang juga akan mengikuti DA, dan kami saling berkenalan. Ada dyah dari jember, ada Reka yang ternyata dari Lampung, satu lagi aku lupa siapa namanya. Setelah menghabiskan waktu untuk berkenalan, kami langsung di panggil kak Agung untuk registrasi. Menunjukkan Ijazah, transkrip, poto dan juga tanda tangan presensi. Orang yang pertama kali registrasi di hari itu adalah bang ibnu, beliau dari Palembang loh. Nih orangnya, cowo pakai batik merah yak.

Setelah registrasi, kami langsung memasuki ruangan tes. Sebelum tes dimulai, sambil menunggu peserta lainnya hadir, maka kami memutuskan untuk saling berkenalan.

Oke sesi perkenalan sudah habis, sekarang kak Risa sudah datang untuk memberikan soal psikotes yang harus kami kerjakan. Tes pertama DA adalah psikotes, hayoo siap-siap deh ya untuk tes ini, psikotes si ngga susah, karena tes ini gunanaya untuk mengetahui kepribadian kita dari jawaban-jawaban kita si.

Tes kedua adalah diskusi kelompok. Yeaaah sebelum diskusi kelompok dimulai, kami diminta untuk mengisi data dan memilih program kerja ketika nantinya jadi Pengajar Muda, sambil panitia menentukan pembagian kelompok. Hari ini yang mengikuti tes berjumlah 13 orang dibagi dalam 2 kelompok. Aku masuk dalam kelompok A yang berisikan: bang Andi, Kak Ulfah, Dyah, aara, kak fahrun dan  Reka. berikut poto kelompok A (sudah urutan ya gengs hihi *muka-muka sebelum simulasi pembelajaran, masih seger-seger




 ini dia penampakan manusia yang mengisi kelompok B, cuma ingat sama bang ibnu, ...., ...., ...., ...., kak fadillah. maafkan ingatanku yang semakin menurun ini ya man teman....





Kami memasuki sesi tes kedua yaitu diskusi kelompok yang diilai oleh tim assesor. Alhamdulillah diskusi belum menemukan titik terang, karena belum ada yang mengalah untuk memilih program terbaik dari yang paling baik. Waktu 30 menit ternyata masih sangat kurang untuk menentukan pilihan. Namun apalah daya, kami harus melanjutkan tes berikutnya.

Tes ketiga adalah tes interview. Setiap anggota kelompok satu persatu memasuki ruang interview. Satu asesor akan menginterview satu peserta, istilahnya si pembicaraan empat mata gitu. Jangan takut deh ya, gampang kok ceritain aja pengalaman-pengalaman kamu yang sesuai dengan pertanyaan dari assesornya. Waktu itu aku selesai paling akhir, soalnya aku kalau disuruh cerita bisa berjam-jam. Asesor yang interview aku namanya kak satria. Nah, nanti diakhir proses interview biasanya disuruh nanya, jadi kalian siapin pertanyaan aja yang banyak tentang IM, haha, hitung-hitung PEDEKATE sama asesor. Kalau bisa si tanya begini.
1.      Kak, gimana mengatasi keadaan kalau pas di tempat penempatan ada bapak-bapak yang ngajak anaknya pulang? Sambil marah-marah?
2.      Kak gimana cara mengatasi siswa yang satu kelas semua siswanya diam, ngga ada yang mau menjawab?
Menurut aku dua pertanyaan itu yang membuat aku paling penasaran, meskipun pertanyaan pertama sudah sukses aku dapatkan jawabnnya.

Oke 3 tes sudah terlewati dengan lancar, sekarang waktunya istirahat ngecharge energi gitu. IM baik, semua peserta dapat jatah makan gratis. By the way berhubung diskusi kelompokku tadi belum menemukan titik terang, alhasil saat makan kami juga harus berdiskusi lagi haha. Makan sambil mikir namanya.
Kenapa si kok butuh banget di diskusikan lagi, padahal kan sudah beres tes diskusinya. Iya si sudah beres tes diskusi kelompoknya, tapi hasil diskusi itu nantinya akan disetorkan pada sekretaris daerah dan juga kepala dinas pendidikan daerah. Jadi dalam satu kelompok kita harus kompak dong! masa iya satu kelmpok punya tujuan yang berbeda-beda kan jadi bingung kepala dinasnya mau menyetujui yang mana.

Oke tes ke empat tes simulasi mengajar. Tes paling kocak seantero jagad raya. Jadi di tes ini satu orang akan berperan jadi guru dan yang lainnya termasuk asesor akan menjadi murid sambil menilai. Di tes simulasi ini kalian akan diminta untuk mengajar dan mengelola kelas dengan baik dan benar. Ada beberapa case yang diberikan tim asesor untuk kalian, ini dia beberapa case tersebut:
1.      Ada siswa yang BAB di kelas dan dia minta diantar untuk ke kamar mandi
2.      Ada siswa yang dijemput paksa bapaknya, bapaknya membawa senjata tajam
3.      Ada salah satu siswa yang selalu minta perhatian
4.      Ada siswa yang berkelahi di dalam kelas
5.      Seluruh siswa diam tak mau mejawab dan tak mau belajar.

Di tes simulasi mengjar ini aku benar-benar merasa sudah menjadi keluarga pengajar muda, aku merasa mereka adalah keluarga baruku. Terlepas dari diterima atau tidak diterimanya aku, aku meraasa senang sudah berkolaborasi dengan mereka, aku senang sudah diberi pembelajaran berharga dan pengalaman tak terlupakan karena bertemu mereka semua. Dan aku tak pernah menganggap mereka adalah lawan, meskipun pada seharusnya posisi kami semua adalah saling berkompetisi.

Ih, jadi mewek keingat kejadian ini. Aku sayang mereka semua, sayang dan jatuh cinta pada Indonesia Mengajar. Aku juga salut dengan para tim asesor dari para alumni pengajar Muda.

Tes terakhir, yaitu tes kelima. Aku beruntung pernah latihan bicara dengan sekretaris daerah. Meskipun sebelumnya aku juga sudah pernah berlatih bicara dengan pimpinan perusahaan di acara latihan kepemimpinan manajemen tingkat dasar BEM. Kak Ali yang tadi jadi siswa yang nangis ngga berhenti gegara nangisin pak Zainal guru ngajinya yang sudah meninggal saat aku jadi guru, sekarang beliau lah yang jadi sekretaris daerah. Kan jadi agak ngeselin dan jadi kepingin ilang begini “Pak Ali sudah ngga kepikiran Pak zainal lagi?” hahaha.

Yah, di tes audiensi kegiatan ini aku, bang Andi dan kak Ulfah mengajukan rencana program kerja yang harus terlaksana setelah nanti kita pulang dari desa penempatan. Disini kami belajar untuk bagaimana cara melobby, merayu agar pemerintah daerah dapat membantu rencana program yang kami ajukan.

yah begitulah kurang lebih rangkaian acara DA hari Rabu tanggal 8 Agustus di IPMI jakarta Selatan. Saat ini saya juga belum menerima pengumuman apapun degh dari TIM Indonesia Mengajar, hanya saja setelah tes berlalu dan melihat pengajar muda yang keren-keren banget, saya jadi mikir, apakah saya pantas untuk menjadi pengajar muda angkatan XVII? Dan akhirnya saya mengucapkan dalam hati “Allah lebih tahu hambanya, Allah maha tahu, maka keputusan yang terbaik pasti sudah diambil Allah untuk aku dan juga teman-teman Peserta DA” aamiin.

Berkahirlah sudah penjelasan tentang DA, kegiatan akhir dari DA adalah penutupan dan sharing bareng alumni pengajar muda, kegiatan ini jelas ngga kalah seru. Aku benar-benar banyak belajar loh di tes DA ini. Serius.

Aku pasti akan memberikan yang terbaik untuk negeriku, terlepas dari diterima atau tidaknya aku. Aku bisa mengabdikan diri untuk negeri melalui pintu mana saja, selama aku mau dan berkeinginan juga berusaha.

Wassalamualaikum,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar