Laman

Kamis, 12 Maret 2020

Rindu

Untuk kesekian kalinya aku Rindu dibuatmu, Senyummu, matamu, tingkahmu sampai juga pada rengekanmu saat sakit. 
Beruntungnya aku telah menjadi seseorang yang siap tanggap saat kamu sakit. Aku menjadikan diriku sebagai 118 yang aduh entah bagaimana aku bisa mendeskripsikannya. 

Untungnya pelarianmu saat sakit adalah aku. Bukan yang lain. Atau mingkin secara kebetulan saja memang hanya aku yang sanggup dan mau kau suruh. 

Jika memang demikian, mingkin itu adalah salah satu cara tuhan menuliskan jalan cerita kita. 

Jika pun tak akan pernah menyatu, mungkin ini juga bagian dari tuhan memberikan aku kenangan yang begitu Indah bersamamu. 

Dari aku yang masih rindu. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar