Rabu, 06 September 2017

Hanya melulu tentang hidup

Siapa sangka kehidupan ini hanya melulu tentang hidup.  Tahu kan gimana proses makhluk hidup itu?  Ya begitulah hidup. 

Tapi,  apa kalian tahu?  Dalam kehidupan yang hanya tentang hidup ternyata ada keindahan di dalamnya.  Hanya saja terkadang makhluk hidup enggan membukanya.  Sebuah cakrawala yang luar biasa tentang keindahan hidup. 

Apa itu?  Atau siapa itu?  Atau bagaimana itu?  Atau dimana itu?  Atau, atau dan atau? .... Makhluk hidup,  yang terkhusus adalah manusia memang banyak tanya. Tapi tak mengapa.  Karena dengan banyak tanya maka kesesatan akan menjauh. 

Ada sang pencipta yang maha segalanya.  Itulah keindahan hidup.  Cinta dan sayang kita sebagai makhluk hidup akan mengindahkan kehidupan kita,  hingga tidak melulu tentang hidup. 

Akan ada rasa tentram di dalam hati,  ketika Cinta itu hanya diberikan pada sang maha segalanya. 

Akan ada keindahan,  ketika Cinta itu hanya diberikan pada-Nya

Akan ada segalanya,  ketika Cinta itu hanya diberikan pada Allah.

Sekarang kalian harus mengerti,  bahwa kalian bukan siapa-siapa tanpanya,  begitupun aku. 

Bahkan tanpa wewenang dan Kasih sayangnya,  kita selalu menjadi istimewa. 

Maka sejak Cinta itu tertaut padanya,  kehidupan tidak akan melulu tentang hidup.  Tapi warna dan segala macam keindahan akan membersamai kehidupan. 

Bandarlampung,  di dalam ruang kubus tak bergerak,  dengan cahaya yang membersamai.  Aku dan Dia.  Hanya itu.  Dan aku Mencintai Nya.  Sampai kapanpun. 
06 September 2017

Minggu, 03 September 2017

Lampung Bukan Tempat Begal



Assalamualaikum, teman-teman…

Lampung bukan tempat begal!!! Mari memperkenalkan Lampung lewat blog.
                                   
Selama ini lampung dikenal dengan kampung begalnya. Sampai-sampai saat aku berkunjung ke rumah nenek di jawa tengah, mereka sering mengejekku dengan identitas begal sebagai warga lampung. Tapi tenang, selama kita tidak bersalah, maka haram hukumnya takut. Sebagai warga lampung, saya harus bertanggung jawab nih, mengharumkan nama lampung. Setidaknya dalam dunia per blogger-an lampung bisa dikenal dengan kebaikannya.

source: google.co.id/lampung/

Kebetulan, eh kebetulan.  Pada hari minggu tanggal 3 September 2017 tapis blogger mengadakan perayaan milad yang pertama dengan membuat acara blogging class. Tema yang diangkat pada acara ini adalah mengenalkan lampung melalui blog. Acara ini berlangsung di gedung graha pena lampung (radar TV lampung).


sumber: photo profil group whatsapp

Melalui acara ini aku berharap lampung akan dikenal dengan berbagai keindahannya. Baik dari tempat wisata dan juga kulinernya. Acara ini dimulai pukul 13.00 sampai dengan 17.00 WIB, dan menghadirkan dua pemateri keren. Yaitu umi Naqiyyah syam sebagai founder tapis blogger dan juga kak Sandi prayoga yang merupakan seorang blogger.

Pemateri pertama adalah umi Naqiyyah syam yang langsung menjelaskan tentang sejarah tapis blogger. Tapis blogger berdiri karena keinginan umi Naqiyyah syam untuk membuat suatu wadah para pecinta blog. Awalnya tapis blogger digunakan sebagai rumah para wanita yang mencintai dunia tulis menulis, sehingga kemudian mendalami per-blogger-­an. Namun seiring berjalannya waktu banyak teman-teman umi yang meminta tapis blogger dibuat menjadi rumah umum, bias untuk laki-laki dan perempuan.

sumber: instagram yayu

Seperti yang kita ketahui bahwa dunia blog adalah dunia yang sangat mengagumkan, mengapa demikian? Karena di zaman modern saat ini semua informasi harus tersedia di internet. Sehingga blog juga merupakan peluang sukses, salah satunya peluang sukses mengharumkan nama lampung. Bagi blogger lampung.

 dokumentasi zetizen

Kemudian pemateri kedua adalah kak Sandi Prayoga yang memberikan banyak materi tentang blog. Wah beliau ini sangat lihay dalam dunia maya. Banyak hal yang disampaikan, termasuk didalamnya tentang perbedaan blogspot dan wordprees. Sesi tanya jawab dalam acara ini pun sangat mengagumkan, bagaiaman tidak. Lihatlah antusias teman-teman kelas ngeblog ini. Begitu memukau.

 dokumentasi pribadi

Setelah materi selesai diberikan, dan segala macam pertanyaan pun sudah terjawab. Kini saatnya kita mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh. Yaitu dengan cara review produk. Nah, produk apa saja si yang akan di review, pertama adalah hometown dairy yang merupakan pabrik penghasil susu segar dan yang kedua adalah banan foster yang merupakan jajanan hits di bandarlampung.

 


 dokumentasi pribadi

Pada momen ini seluruh peserta dapat ambil alih untuk mencicipi produk yang akan di review, tujuannya adalah agar peserta mengetahui rasa dari produk tersebut.

Sebelumnya, aku dan juga semua peserta merayakan milad pertama tapis blogger dengan umi Naqiyyah yang membawa kue banan foster keju untuk kemudian di foto. Seluruh anggota tapis blogger juga sangat bergembira dengan milad pertama ini. Semoga kelak tapis blogger makin berjaya dan kreatif.

 dokumentasi pribadi
dokumentasi tapis blogger

Beginilah kehebohan peserta yang sedang take picture yang kece buat bahan tulisan. Biar kece jadi poto harus milik sendiri dan take sendiri. Kemudian peserta diminta untuk review, namun untuk tugas kelas maka peserta hanya diminta posting pada instagram saja.

dokumentasi tapis blogger

Kemudian tugas posting di blog menjadi semacam tugas di rumah.

Mengapa aku bisa dengan percaya diri bahwa dengan blog bisa mengharumkan nama lampung? Sekarang kita lihat dan kembali renungkan ulasan diatas, tentang review produk. Produk-produk tersebut merupakan olahan khas lampung dan juga terdapat di lampung. Seperti susu home town dairy yang pabriknya ada di lampung, meskipun susu sapi yang dihasilkan bukan dari sapi asl lampung, tapi setidaknya kita dapat melihat bahwa lampung memiliki pabrik susu yang juga tak kalah dengan pabrik susu di jawa.  Kemudian untuk banan foster yang merupakan kue dengan bahan dasar pisang.  Seperti yang aku ketahui bahwa pisang merupakan salah satu hasil panen yang melimpah di lampung. Melalui kuliner inilah, maka lampung dapat terkenal, dan bukan terkenal sebagai begal. Selain kuliner lampng juga mempunyai berbagai pariwisata yang tak kalah menarik dengan propinsi lain.  Lain kali insyaallah akan aku tuliskan dalam blog ini.

Dengan begitu, melalui blog, kita bisa memberikan keindahan tersendiri dari alam lampung.
 dokumentasi tapis blogger


Selasa, 22 Agustus 2017

FLP I'm Coming



KELUARGA BARU, PENGALAMAN BARU, SEMANGAT BARU, MENULIS LAGI ^^

15 Agustus 2017,
Aku memutuskan untuk mendaftar menjadi salah satu anggota FLP bandarlampung.  Impian lama yang akhirnya terwujud.  Saat itu aku menghubungi mba Novri sebagai salah satu Sumber informasi open recruitment FLP Bandarlampung. 

Aku pikir tanggal 15 menjadi akhir dari pendaftaran.  Eh,  ternyata pendaftaran dimundurkan hingga 18 Agustus 2017. Hal ini sontak membuat aku tertawa sendiri,  karena di tanggal 15 itu nenekku meninggal.  Makanya aku yang saat itu masih di kampung tanpa ATM dan signal internet memutuskan untuk menelpon seorang teman,  meminta tolong transfer untuk pelatihan kepenulisan dan pelantikan FLP. 

Oke,  tanggal 15 aku sudah resmi menjadi calon anggota FLP.  Setelah memberikan bukti transfer kepada mba Novri.

19 Agustus 2017, Sabtu.
Pagi itu matahari enggan keluar,  mungkin dia murka atau memberi berkah.  Karena gerimis datang menghambur di kota bandarlampung.  Padahal sudah 30 menit berlalu kakiku sudah siap melangkah keluar rumah.  Sesekali aku menatap langit memastikan hujan mereda, tapi buliran air itu masih suka mencipta rindu pada tanah.

Hari ini adalah hari pelatihan menulis FLP yang diadakan di rumah albi alfamart kimaja. Jarak tempuh dari rumah ke lokasi kurang lebih 3 km.  acara ini akan dimulai pukul 08.00, maka aku harus hadir sebelum pukul 08.00. berikut adalah gambar lokasinya:


Pukul 07.30 aku memutuskan untuk berperang dengan gerimis. Aku memutar gas motor dan melaju dengan kecepatan sedang. Selama perjalanan air hujan semakin riuh menyerang. Tapi aku masih semangat menatap jalanan.

Sesampainya di sana, aku hanya menemukan seorang peserta. Namanya Nisda. Dia menggunakan jilbab abu-abu dan wajahnya putih. Selain Nisda, ada juga beberapa panitia yang tengah menyiapkan jalannya acara. 


Jam di ponselku telah menunjukkan angka 08.00 tapi belum banyak peserta yang hadir. Beberapa panitia juga masih menyiapkan acara.  Hingga akhirnya ada umi Naqiyyah Syam hadir.  Seorang founder Tapis Blogger dan sekaligus menjadi pemateri pada hari ini. 


Materi pertama diisi oleh umi Naqiyyah Syam dan juga beberapa teman FLP. Materi ini berisi tentang bagaimana proses terbentuknya FLP. Semua berawal dari Helvy Tiana, Asma Nadia dan Maimun yang ingin mencoba menghidupkan dunia literasi di Indonesia. 

Hayoo,,, dari tadi ngomongin FLP sebenarnya udah pada tahu belum nih apa itu FLP. FLP itu singkatan dari Forum Lingkar Pena. Nah loh, ada pena-penanya, dan ini merupakan forum.  Yang ada dipikiran saya waktu itu si FLP adalah organisasi para penulis-penulis gitu. FLP sendiri memiliki 3 pilar yaitu: Keislaman, Keorganisasian dan Kepenulisan.

FLP memilih pilar keislaman adalah agar para penulis yang berada dalam lingkaran FLP akan dididik menjadi penulis yang menyampaikan kebenaran. Karena seperti yang kita tahu bahwa islam adalah agama yang dipenuhi dengan kebenaran.  Sedangkan untuk pilar kepenulisan, tentunya dipilih FLP karena FLP merupakan forum lingkaran orang-oarang yang menykai dan ingin masuk dalam dunia kepenulisan.  Kemudian untuk pilar keorganisasian dipilih FLP adalah agar FLP tidak hanya ada saat Bunda Helvy dkk membuat suatu forum. Tapi FLP ingin forum ini menjalur kepada seluruh masyarakat baik Indonesia itu sendiri ataupun manca negara. Sesuai dengan yang diinginkan bunda Helvy dkk, yaitu menghidupkan dunia literasi. Maka jelas sudah keorganisasian sangat dibutuhkan dalam FLP untuk tetap menghidupkan FLP, dan menambah jaringan-jaringan baru FLP, hingga mencapai tujuannya.

Materi sejarah FLP ini berlanjut dengan materi tentang dunia blog, yang tentunya masi diisi oleh umi Naqiyyah Syam, yang ilmu dunia per bloggerannya insyAllah mantab habis… Aku mendapatkan tiga hal penting pada materi ini; 1) hiasi konten blog dengan informasi yang baik 2) membranding diri 3) membuat portofolio yang keren uey ,,

Materi kedua diisi oleh bapak teknik yang merapel penyair yaitu Kak Angga, apa yang ada dipikiran kalian ketika diperintahkan menulis puisi dalam dua menit. Ihh,, seriusan deh ini benar-benar jadi momen paling uwow,,, aku ngga bisa mikir seketika, dan entah apa yang aku tulis itu aku ngga tahu. Tapi kak Angga benar-benar mantab. Satu hal yang aku dapatkan dari materi ini; yaitu puisi harus bisa dideskripsikan. Memang hanya kita yang tahu bagaimana perasaan saat menulis puisi, tapi ingatlah. Kita akan membuat karya yang akan dibaca oleh orang lain, jadi harus jelas. Buat agar pembaca memahami apa yang hendak kita sampaikan.




Oke, ruangan mulai panas, panas sekali. Sampai akhirnya kertas menjadi pelampiasan kegerahanku.  Materi selanjutnya adalah materi dari kak Fitri, eh Bunda Fitri. Ini nih sekanceannya umi Naqiyyah, si emak-emak hebat dan cerdas nih.  Beliau banyak memberikan wejangan nih, dan aku,,, dapat hadiah buku karya beliau loh…Noh potonya bukunya…




Ingat, hari ini aku bahagia punya keluarga baru

Hari Kedua

Sayang beribu kali sayang, aku harus terlambat di hari kedua. Karena aku berangkat dari Metro. Dan itu jelas membutuhkan waktu yang sangat lama. Hari kedua diisi oleh materi yang tak kalah keren dengan hari pertama.

Materi pertama diisi oleh kak Izzah Aniisa seorang penulis cerita anak. Wawww mantab kan, sayangnya saya terlambat sedikit. Dan saya kurang sering baca buku cerit anak.
 
Materi kedua diisi oleh orang yang penuh dengan semangat, siapa dia klaau bukan bang Adian. Beliau pernah bekerja di lampung POST materi beliau tentang jurnalistik. Dan kalian tahu kata-kata yang saya ingat sampai sekarang adalah “Jurnalisme adalah Fakta”.

Materi ke tiga diisi oleh orang yang keren juga nih, siapa dia… jeng jeng jeng… adiknya uncle di ODOP. Heheh becanda. Beliau adalah bang Alexander, kalian tahu waw penampilannya cocok banget jadi seorang sastrawan surelis eh gitu deh kalau ngga salah sebutannya. Beliau sejenis uncle deh … jangan tanya siapa uncle tapi uncle adalah sastrawan hebat menurut aku hehe …

Oh iya bang Alexander ini mengajarkan kita bagaimana menulis kalimat yang baik. Sebenarnya materinya tentang cerpen, tapi berhiubung buat kalimat saja belum bisa. So, bang Alex mengajarkan buat kalimat yang baik dulu deh


Oh iya, ini keluarga baru ku ....